Pages

Jumat, 09 Desember 2011

Oral Seks Berisiko Tularkan HIV/AIDS?

Oral Seks Berisiko Tularkan HIV/AIDS? — Meski human immunodeficiency virus (HIV) juga ditemukan dalam air ludah, jumlahnya sangat sedikit untuk bisa menyebabkan infeksi. Sampai saat ini belum ditemukan kasus penularan melalui air ludah. Akan tetapi, seks oral yang dilakukan dalam kondisi lesi (luka) di mulut harus diwaspadai.

"Jika mulut sariawan atau sedang mengalami jenis luka lainnya lalu terjadi seks oral, maka penyebaran virus mungkin terjadi, termasuk penularan HIV/AIDS, meski risikonya hanya 5 persen," kata dr Boyke Dian Nugraha, SpOG, dalam acara pengumuman hasil survei global mengenai perilaku seksual yang diadakan Durex di Jakarta, Rabu (30/11/2011).

Ia menjelaskan, selain kontak mulut dengan alat kelamin, ciuman mulut pun berisiko menularkan penyakit jika ada lesi di sekitar mulut sampai kerongkongan. "Terlebih lagi kalau jenis ciumannya dalam, seperti french kiss," imbuhnya.

Apabila mulut berada dalam kondisi bersih dan sehat, maka cairan sperma atau ludah yang tertelan tidak bisa menularkan HIV/AIDS. "Virusnya akan mati oleh asam lambung," paparnya.

Hubungan seksual, baik melalui anal, oral, maupun genital, yang dilakukan tanpa menggunakan kondom dengan orang yang kemungkinan terinfeksi HIV berpotensi tinggi menularkan HIV/AIDS. Dalam hal ini, menurut Boyke, risiko penularannya sekitar 70 hingga 80 persen.

Adapun jarum suntik memiliki risiko penularan 10 hingga 20 persen, dan sisanya adalah penularan dari ibu kepada janinnya. "Karena risikonya paling kecil, ibu yang mengidap HIV/AIDS masih bisa minum obat atau diinseminasi sehingga anaknya tidak tertular," tutup dr Boyke.



http://health.kompas.com/read/2011/12/01/07143944/Oral.Seks.Berisiko.Tularkan.HIV/AIDS.

0 komentar:

Poskan Komentar